Langsung ke konten utama

Kemana selanjutnya kaki ini melangkah?



Kadang kita merasa tak tentu arah. Menjalani rutinitas yang ada, membuat lupa bahwa ada hidup yang harus dijalani dengan riang. Bukan melangkah maju yang kita lakukan, tapi berputar di tempat yang sama. Menyadari bahwa terjebak di putaran arus membuat enggan untuk melangkahkan kaki keluar. Terasa lebih nyaman untuk mengikuti arus.

Padahal disadari atau tidak, berdiam diri dan tak bergerak membuat kita perlahan kalah. Tembok besar ada untuk menutupi dan melindungi sebuah hal indah dari pengaruh dunia luar. Kita yang berada di luar tembok seringkali tak sadar bahwa di balik tembok itu akan muncul hal baru. Mencoba acuh dan terus berputar di tempat yang sama.

Mencari tantangan baru dan pengalaman baru itu yang seharusnya kita lakukan. Berjalan memanjat dinding untuk meraih yang belum teraih. Sudahkah kita berusaha melangkahkan kaki dan membuat tantangan baru?

Jika masih terjebak pada rutinitas yang ada, mari kita cermati sejenak seorang "Bayi". Kali inipun kita dapat melihat sebuah langkah dari perjalanan hidup bayi untuk berusaha memanjat tembok itu. Tiap detik ada capaian dan targetan baru yang didesain secara otomatis oleh seorang bayi. Jika hari ini targetnya dalah menangis, maka esok targetnya adalah merangkak hingga nantinya bisa berjalan. Bayangkan bila seorang bayi tidak terprogram untuk berusaha membuat capaian baru, apa jadinya.

Tak ada kata terlambat untuk membuat targetan baru dalam hidup. Yang jelas ini merupakan sebuah pencapaian mencoba keluar dari arus. Belajar dan menggali pengalaman dalam hal lain itu akan semakin membuat langkah kaki kita berada di jalur yang benar. Targetan dan tantangan baru inilah yang akan menuntun langkah kaki kita. Tanpa adanya target maka langkah kaki kita hanya akan berputar di tempat yang sama.

jadi kalau bayi saja selalu membuat sebuah targetan baru disetiap harinya, lalu apa targetan baru kita saat ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Punya Iman Kok Lemah? Ya Saya Memang Lemah

Belakangan ini muncul istilah "punya iman kok lemah", entah darimana asalanya dan siapa yang memulai. Harus disadari antitesis dari pernyataan ini adalah "Imanku kuat kok". Pernyataan pertama dan pernyataan kedua punya arti yang amat bertentangan. Permasalahannya adalah haruskah saya mengungkapkan kata "Iman saya kuat kok"? Salah satu perilaku yang tak disukai oleh Allah adalah perilaku sombong. Ada banyak contoh perilaku sombong salah satunya adalah memamerkan apa yang dimilikinya. Jika kita mengatakan "Iman saya kuat" ini sudah mengindikasikan bahwa muncul sombong dalam diri kita. Kita menyombongkan kadar keimanan dalam diri kita. Terlebih lagi bahwa keimanan kita sebenernya tidak dapat kita hitung. Jadi kita menyombongkan sesuatu yang tidak kita miliki. Lalu kita harus menjawab apa terhadap pertanyaan "Punya Iman Kok Lemah"? Jawaban yang tepat adalah "Ya memang iman saya lemah". Tak ada yang memiliki keimanan ya...

Setelah Turun Hujan

Setelah Turun Hujan merupakan sebuah project hasil sisi lain dalam diri saya. Selama ini saya selalu berada dibalik layar untuk urusan musik, menjadi penulis lagu dan manager untuk band Oneday Jogja . Bisa dibilang ini adalah project iseng saya. Mengambil jalur hiphop yang khas dengan syair tema sehari-hari, lagu setelah turun hujan bercerita tentang bahwa akan ada momen indah setelah kesedihan, seperti sebuah pelangi yang akan tampak setelah turun hujan. Download : Dropbox | Soundcloud bukan sebuah tangisan, setelah turun hujan akan ada pelangi, yang cerahkan hari mendungpun berganti, datanglah mentari hadirkan ceria, tuk laanjutkan hari hari-harimu kini lewatilah lagi sebuah babak baru, dalam hidupmu mari mulai lagi, senyum ceria ini mari mulai lagi, senyum ceria ini langkah kaki lewati hari tetap tersenyum dan jangan menyerah tetap bahagia dan terus percaya mendukungkungmu dari belakang, terus berdoa percayalah saja lewati semua aral merintang, itu pasti ada ...

Berjuang Mulai Dari Newbie (Review Kdrama Misaeng)

Seperti bayi yang baru lahir dirinya tidak bisa langsung berdiri. Butuh waktu dan proses yang tidak sebenetar sampai seorang bayi bisa jalan. Seseorang yang ahli dulunya juga bukan siapa-siapa. Mengikuti arus, melawan terjal yang menghalangi dan pada akhirnya terus menjalani rutinitas. Ada satu genre yang saya suka dari sebuah Kdrama yaitu sebuah genre yang bercerita tentang "real life". Memang kdrama kebanyakan hanyalah sebuah fiksi, namun sebuah cerita yang diambil dari refleksi kehidupan nyata akan menjadi sebuah kisah menarik. Misaeng, kali ini drama ini begitu menarik minat saya untuk terus menonton hingga akhir. Jika biasanya saya akan membuat review setelah menonton hingga habis, tidak dengan drama ini. Kisah ini begitu menarik sehingga layak untuk didahulukan menjadi sebuah review. Bercerita tentang pemuda yang berkerja sebagi karyawan Traine. Setelah sebagian hidupnya dihabiskan untuk mengejar impian menjadi pemain baduk (Go) profesional akhirnya harus bisa r...