Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Real Life

Punya Iman Kok Lemah? Ya Saya Memang Lemah

Belakangan ini muncul istilah "punya iman kok lemah", entah darimana asalanya dan siapa yang memulai. Harus disadari antitesis dari pernyataan ini adalah "Imanku kuat kok". Pernyataan pertama dan pernyataan kedua punya arti yang amat bertentangan. Permasalahannya adalah haruskah saya mengungkapkan kata "Iman saya kuat kok"? Salah satu perilaku yang tak disukai oleh Allah adalah perilaku sombong. Ada banyak contoh perilaku sombong salah satunya adalah memamerkan apa yang dimilikinya. Jika kita mengatakan "Iman saya kuat" ini sudah mengindikasikan bahwa muncul sombong dalam diri kita. Kita menyombongkan kadar keimanan dalam diri kita. Terlebih lagi bahwa keimanan kita sebenernya tidak dapat kita hitung. Jadi kita menyombongkan sesuatu yang tidak kita miliki. Lalu kita harus menjawab apa terhadap pertanyaan "Punya Iman Kok Lemah"? Jawaban yang tepat adalah "Ya memang iman saya lemah". Tak ada yang memiliki keimanan ya...

Diskon Untuk Pedagang Di Bulan Puasa

Ada banyak cerita di bulan puasa, sedikit banyak semuanya tentang kisah bahagia. Sore itu masih cerah, tanda adzan maghrib agaknya masih belum terasa. Seperti biasa pada jam itu semua disibukkan dengan mencari keperluan berbuka. Untuk pelepas dahaga nanti, segelas es kelapa nampaknya patut dicoba. Bukan soal es kelapa yang ingin saya ceritakan. Ada sebuah kisah menarik dari obrolan saya dengan penjual es kelapa. "Laris ya Pak, es kelapanya" "Iya mas, Alhamdulillah " Tadinya saya berfikir bahwa obrolan berhenti sampai disana saja, ternyata justru setelah inilah saya sedikit menyeritkan dahi. "Kalau puasa gini saya seneng mas" "Gara-gara dagangannya rame ya pak? " " Iya mas, tapi bukan cuma itu saja mas. Kalau puasa gini saya cukup jualan dari sore sampai maghrib saja, jadinya agak santai mas" "Loh kalau jualan cuman sore aja apa nggak rugi pak, biasanya kan jualannya seharian penuh? " "Justru kalau di b...

Kenapa Harus Cokelat?

Sejujurnya aku pernah ada pada keadaan dimana terus mempertanyakan mengapa harus cokelat? Apa istimewanya?  Tak habis pikir, daripada mengistimewakan cokelat kenapa tidak memilih yg lain? Yg merah saja misalnya? Kenapa? Aku hanya bisa bergumam sambil terus mengunyah apel merah ini.  Di lain waktu aku juga tak bisa menyana, kenapa cokelat begitu dicari? Kenapa? Apa nikmatnya? Terus saja aku bertanya sembari kulahap melon hijau di depan mata.  Akupun masih terus mencari tahu seakan haus akan sebab dan akibat, kenapa cokelat selalu punya pesona di hadapan orang lain? Kenapa? Akupun tetap bertanya sembari meminum susu putih yang telah tersedia.  Sungguh aku tak tahu mengapa, menginginkannya saja tidak. Kenapa harus cokelat yang kutemui? Tangan ini perlahan mengambil sepotong cokelat dan dengan ragu mulai menatap, tak berapa lama hap.... Emm.... Kini aku ada pada keadaan dimana mempertanyakan kenapa biru banyak disukai orang. Kenapa?

Setelah Tersesat

Suatu ketika saya mengunjungi daerah yang belum pernah saya lewati. Roda ini terus melaju dengan amunisi sebuah sms dari teman saya yang berisi alamat rumahnya. Memang saya sudah mengenalnya lama, namun belum pernah mengunjungi rumahnya. Agar semakin dekat maka saya niatkan untuk bersilaturahmi ke sana. Naas memang nasib saya saat itu. Entah karena rumahnya yang terpencil atau karena saya yang memang buta arah mengakibatkan diri ini tersesat. Berkali-kali bertanya pada warga sekitar, namun bukannya semakin dekat namun rasanya semakin jauh saja. Mencoba menyalakan google map di handphone dan hasilnyapun nihil. Mencoba sms teman saya dan belum ada jawaban. Menekan tombol dial berakhir pada bunyi "maaf nomer yang anda hubungi sedang di luar service area", sepertinya hpnya mati. Setelah lama tersesat akhirnya semuanya bisa beres ketika teman saya tiba-tiba menelpon. Beberapa menit berkomunikasi akhirnya saya berhasil menemukan jalan yang benar, sebuah kelegaan setelah lam...

Ketika Kecewa Menyapa

Sebenernya ada dua tipe orang dalam memandang sebuah problem. Tipe pertama itu karena tau ada yg salah maka mencoba untuk memperbaiki, tipe kedua bisa dibilang amat bertentangan dengan tipe pertama. Saat tahu ada masalah yang dilakukan yaitu menyalahkan keadaan. Yg repot adalah ketika menyalahkan keaadaan, bukannya menyelesaikan malah memperburuk. Bukankah seharusnya berkatalah yang baik atau diam? Awalnya cuma menyalahkan, lalu tahapan berikutnya semakin parah. Bahkan orang lain yg sedang ingin berjuang memperbaiki dihasutnya. Tidak hanya penyakit yang menular, namun kekecewan juga dapat ditularkan ke orang lain. Kecewa sih boleh saja, tapi jangan tularkan kekecewaan itu pada orang yang sedang semangat memperbaiki. Memperbaiki dan menyalahkan sesungguhnya keduanya dilandasi atas dasar yang sama yaitu karena cinta. Cinta yg berhasil akan tumbuh dan cinta yg gagal akan menimbulkn kekecewaan. Ironi bukan? Tapi begitulah hidup, kita semua pasti pernah kecewa. Tak akan bisa menjamin sela...

Menggenggam Dua Barang dengan satu tangan

Ada kalanya kita dihadapkan pada sebuah realita pahit. Kita mencoba untuk bergerak bebas, tapi sekat ruang dan batas masih mengganggu. Saat ini saya merasakannya. Padatnya jadwal kegiatan yang ada membuat saya harus berfikir ulang mengatur yang ada. Padat bukan berarti banyak kegiatan. Bisa jadi hanya sedikit kegiatan, tapi di salah satu kegiatannya menyita perhatian yang berlebih. Sebenarnya untuk menggenggam satu saja amat sulit, lalu bisakah menggenggam dua barang dalam satu tangan. Untuk menggenggam banyak hal, ada yang namanya antrian. Selesaikan satunya baru lanjut lainnya. Ini solusi yang tepat menurut sebagian orang. Tapi ketika dipraktekkan tidak akan mudah. Tenaga kita sudah habis di tugas sebelumnya. Apa bisa berlanjut? Masalah tidak hanya disitu saja. Antrian yang sudah tersusun rapi adakalanya harus hancur karena prioritas yang harus diubah. Mungkin saat ini kegiatan yang sedang dilakukan adalah prioritas utama. Disaaat kegiatan itu belum selesai, takdir prioritas memutu...

Setelah Turun Hujan

Setelah Turun Hujan merupakan sebuah project hasil sisi lain dalam diri saya. Selama ini saya selalu berada dibalik layar untuk urusan musik, menjadi penulis lagu dan manager untuk band Oneday Jogja . Bisa dibilang ini adalah project iseng saya. Mengambil jalur hiphop yang khas dengan syair tema sehari-hari, lagu setelah turun hujan bercerita tentang bahwa akan ada momen indah setelah kesedihan, seperti sebuah pelangi yang akan tampak setelah turun hujan. Download : Dropbox | Soundcloud bukan sebuah tangisan, setelah turun hujan akan ada pelangi, yang cerahkan hari mendungpun berganti, datanglah mentari hadirkan ceria, tuk laanjutkan hari hari-harimu kini lewatilah lagi sebuah babak baru, dalam hidupmu mari mulai lagi, senyum ceria ini mari mulai lagi, senyum ceria ini langkah kaki lewati hari tetap tersenyum dan jangan menyerah tetap bahagia dan terus percaya mendukungkungmu dari belakang, terus berdoa percayalah saja lewati semua aral merintang, itu pasti ada ...

Kemana selanjutnya kaki ini melangkah?

Kadang kita merasa tak tentu arah. Menjalani rutinitas yang ada, membuat lupa bahwa ada hidup yang harus dijalani dengan riang. Bukan melangkah maju yang kita lakukan, tapi berputar di tempat yang sama. Menyadari bahwa terjebak di putaran arus membuat enggan untuk melangkahkan kaki keluar. Terasa lebih nyaman untuk mengikuti arus. Padahal disadari atau tidak, berdiam diri dan tak bergerak membuat kita perlahan kalah. Tembok besar ada untuk menutupi dan melindungi sebuah hal indah dari pengaruh dunia luar. Kita yang berada di luar tembok seringkali tak sadar bahwa di balik tembok itu akan muncul hal baru. Mencoba acuh dan terus berputar di tempat yang sama. Mencari tantangan baru dan pengalaman baru itu yang seharusnya kita lakukan. Berjalan memanjat dinding untuk meraih yang belum teraih. Sudahkah kita berusaha melangkahkan kaki dan membuat tantangan baru? Jika masih terjebak pada rutinitas yang ada, mari kita cermati sejenak seorang "Bayi". Kali inipun kita dapat melihat s...

Layakkah Kita Memperjuangkan Cinta? (Review Ending Naruto)

Setelah sekian lama akhirnya naruto tamat. Sebagai salah satu manga yang sukses, maka tidak heran banyak apresiasi yang hadir. Beragam tanggapan muncul mengenai ending manga Naruto. Kali ini saya akan membagi tanggapan saya tentang naruto. Mari flashback ke awal-awal chapter naruto saat kecil. Fragment dimana Sakura menyukai Sasuke dan Sakuke malah tak melirik sakura, dilain pihak Naruto mengejar Sakura tanpa peduli bahwa sakura menyukai sasuke. Sudut lainnya sambil sembunyi Hinata mengagumi Naruto. Ini sebuah kisah cinta yang sebenernya amat biasa ada di kehidupan nyata. Kita menyukai seseorang tapi ternyata pandangannya tertuju dengan yang lain. Saat kenyataan itu ternjadi pilihan kita ada dua tetap mempertahankan atau mencoba pasrah karena yakin bahwa akan ada orang lain yang lebih baik. Semua pilihan itu bukanlah sebuah hal mudah, karena perasaan akan selalu bermain dalam hati. Dengan tanpa menyerah Sakura terus menunjukkan perasaannya pada Sasuke dan berhasil membuat lulu...

duniavern Artinya Apa?

Untuk urusan dunia maya saya memang lebih sering menggunakan nick "duniavern". Bukan masalah tidak pede dengan nama asli, namun agaknya saya lebih nyaman menggunakan nick dari pada nama asli supaya bisa membedakan mana teman dari dunia maya dan mana teman dari dunia nyata. Awalnya seperti itu namun lama kelamaan, di dunia nyatapun akhirnya saya sering dipanggil "vern"juga. Tidak masalah, dipanggil apapun karena nama saiful dan nama vern sama-sama punya arti didalamnya. Postingan ini sebenarnya bertujuan menjawab pertanyaan dari sebagian teman-teman yang suka iseng menanyakan "duniavern itu artinya apa?". Bukan tidak mau menjawab tapi rasanya hal ini bukan sesuatu yang serius untuk dijawab. Namun karena pertanyaan ini terus berulang maka saya akan membuka tabir dibalik nick "duniavern, heee. Berikut ini penjelasan arti nama dan sejarah dari duniavern. Flashback beberapa tahun lalu sekitar tahun 2005/2006 jaman masih unyu-unyu. Sebagai seorang a...

Start Again

Setelah tragedi banned akun blogger, akhirnya saya memtuskan untuk ngeblog lagi. Kali ini saya sudah lebih dewasa dalam mengatur blog, tidak lagi seperti dulu yang menggunakan satu akun gmail untuk banyak blog. Secara nalar hal ini lebih ribet memang, namun langkah ini amat perlu dilakukan. Jangan sampai pengalaman saya terjadi pada anda. Penting bagi kita untuk memisahkan main akun dengan akun klonengan. Betapa banyak waktu saya yang terbuang karena teledor menggabungkan semua blog yang saya miliki dalam satu akun. DCMA dan Copyright bukanlah suatu hal yang bisa disepelekan. Berawal dari mengabaikan email peringatan DCMA dan Copyright akhirnya seluruh blog saya ikut terhapus. Ada sekitar 20an blog yang lenyap. Blog yang dibangun sejak 2008 lenyap T____T Awalnya saya mengira peringatan itu aman-aman saja karena saya sama sekali tidak membagikan konten ilegal, yang saya lakukan hanyalah membuat judul dan memberi link ke sebuah situs kdrama online. Merasa tidak punya kesalahan c...