Ada kalanya kita dihadapkan pada sebuah realita pahit. Kita mencoba untuk bergerak bebas, tapi sekat ruang dan batas masih mengganggu. Saat ini saya merasakannya. Padatnya jadwal kegiatan yang ada membuat saya harus berfikir ulang mengatur yang ada. Padat bukan berarti banyak kegiatan. Bisa jadi hanya sedikit kegiatan, tapi di salah satu kegiatannya menyita perhatian yang berlebih. Sebenarnya untuk menggenggam satu saja amat sulit, lalu bisakah menggenggam dua barang dalam satu tangan. Untuk menggenggam banyak hal, ada yang namanya antrian. Selesaikan satunya baru lanjut lainnya. Ini solusi yang tepat menurut sebagian orang. Tapi ketika dipraktekkan tidak akan mudah. Tenaga kita sudah habis di tugas sebelumnya. Apa bisa berlanjut? Masalah tidak hanya disitu saja. Antrian yang sudah tersusun rapi adakalanya harus hancur karena prioritas yang harus diubah. Mungkin saat ini kegiatan yang sedang dilakukan adalah prioritas utama. Disaaat kegiatan itu belum selesai, takdir prioritas memutu...
just a super random note