Langsung ke konten utama

Ketika Kecewa Menyapa



Sebenernya ada dua tipe orang dalam memandang sebuah problem. Tipe pertama itu karena tau ada yg salah maka mencoba untuk memperbaiki, tipe kedua bisa dibilang amat bertentangan dengan tipe pertama. Saat tahu ada masalah yang dilakukan yaitu menyalahkan keadaan.

Yg repot adalah ketika menyalahkan keaadaan, bukannya menyelesaikan malah memperburuk. Bukankah seharusnya berkatalah yang baik atau diam?

Awalnya cuma menyalahkan, lalu tahapan berikutnya semakin parah. Bahkan orang lain yg sedang ingin berjuang memperbaiki dihasutnya. Tidak hanya penyakit yang menular, namun kekecewan juga dapat ditularkan ke orang lain. Kecewa sih boleh saja, tapi jangan tularkan kekecewaan itu pada orang yang sedang semangat memperbaiki.

Memperbaiki dan menyalahkan sesungguhnya keduanya dilandasi atas dasar yang sama yaitu karena cinta. Cinta yg berhasil akan tumbuh dan cinta yg gagal akan menimbulkn kekecewaan. Ironi bukan?

Tapi begitulah hidup, kita semua pasti pernah kecewa. Tak akan bisa menjamin selamanya apa yang dilakukan bersama-sama memberikan efek "win" untuk semuanya. karena apa yang baik buat kita belum tentu baik juga utuk orang lain. Akan ada kekecewaan dalam tiap problem yang ada.

Karena kecewa pada satu hal saja, bisa membuat kita berbalik arah. Tak salah memang, namun kita juga harus bijaksana. Ambil positif buang negatif, harusnya seperti itu kan? atau ambil postif perbaiki yg negatif. Bukan malah ambil positif, umbar yang negatif?

Jika diawal kita punya pilihan kecewa lalu berusaha memperbaiki atau kecewa lalu berbalik arah dan menyerang habis-habisan, paling tidak pilihan kedua harus kita rubah.

Tak ada salahnya kita kecewa lalu berbalik arah, namun kita tak perlu mengumbar kekecewaan itu. Yang harus dilakukan yaitu belajar dari kekecewaan dan berusaha melenyapkannya dengan berkontribusi. Tak perlu banyak berkata, cukuplah hasil dari kerja nyata kita yang akan jadi juru bicara pada pembuat kecewa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Punya Iman Kok Lemah? Ya Saya Memang Lemah

Belakangan ini muncul istilah "punya iman kok lemah", entah darimana asalanya dan siapa yang memulai. Harus disadari antitesis dari pernyataan ini adalah "Imanku kuat kok". Pernyataan pertama dan pernyataan kedua punya arti yang amat bertentangan. Permasalahannya adalah haruskah saya mengungkapkan kata "Iman saya kuat kok"? Salah satu perilaku yang tak disukai oleh Allah adalah perilaku sombong. Ada banyak contoh perilaku sombong salah satunya adalah memamerkan apa yang dimilikinya. Jika kita mengatakan "Iman saya kuat" ini sudah mengindikasikan bahwa muncul sombong dalam diri kita. Kita menyombongkan kadar keimanan dalam diri kita. Terlebih lagi bahwa keimanan kita sebenernya tidak dapat kita hitung. Jadi kita menyombongkan sesuatu yang tidak kita miliki. Lalu kita harus menjawab apa terhadap pertanyaan "Punya Iman Kok Lemah"? Jawaban yang tepat adalah "Ya memang iman saya lemah". Tak ada yang memiliki keimanan ya...

Setelah Turun Hujan

Setelah Turun Hujan merupakan sebuah project hasil sisi lain dalam diri saya. Selama ini saya selalu berada dibalik layar untuk urusan musik, menjadi penulis lagu dan manager untuk band Oneday Jogja . Bisa dibilang ini adalah project iseng saya. Mengambil jalur hiphop yang khas dengan syair tema sehari-hari, lagu setelah turun hujan bercerita tentang bahwa akan ada momen indah setelah kesedihan, seperti sebuah pelangi yang akan tampak setelah turun hujan. Download : Dropbox | Soundcloud bukan sebuah tangisan, setelah turun hujan akan ada pelangi, yang cerahkan hari mendungpun berganti, datanglah mentari hadirkan ceria, tuk laanjutkan hari hari-harimu kini lewatilah lagi sebuah babak baru, dalam hidupmu mari mulai lagi, senyum ceria ini mari mulai lagi, senyum ceria ini langkah kaki lewati hari tetap tersenyum dan jangan menyerah tetap bahagia dan terus percaya mendukungkungmu dari belakang, terus berdoa percayalah saja lewati semua aral merintang, itu pasti ada ...

Berjuang Mulai Dari Newbie (Review Kdrama Misaeng)

Seperti bayi yang baru lahir dirinya tidak bisa langsung berdiri. Butuh waktu dan proses yang tidak sebenetar sampai seorang bayi bisa jalan. Seseorang yang ahli dulunya juga bukan siapa-siapa. Mengikuti arus, melawan terjal yang menghalangi dan pada akhirnya terus menjalani rutinitas. Ada satu genre yang saya suka dari sebuah Kdrama yaitu sebuah genre yang bercerita tentang "real life". Memang kdrama kebanyakan hanyalah sebuah fiksi, namun sebuah cerita yang diambil dari refleksi kehidupan nyata akan menjadi sebuah kisah menarik. Misaeng, kali ini drama ini begitu menarik minat saya untuk terus menonton hingga akhir. Jika biasanya saya akan membuat review setelah menonton hingga habis, tidak dengan drama ini. Kisah ini begitu menarik sehingga layak untuk didahulukan menjadi sebuah review. Bercerita tentang pemuda yang berkerja sebagi karyawan Traine. Setelah sebagian hidupnya dihabiskan untuk mengejar impian menjadi pemain baduk (Go) profesional akhirnya harus bisa r...