Langsung ke konten utama

Lebih Cepat Barter File Manual Atau Via Cloud?

Iseng aja nulis mengenai file sharing. Sarjana Informatika masak tulisannya nggak ada yang informatika, heee. Kebutuhan tukar menukar data itu penting banget. Inget jaman disket? kayaknya dikit ya yang ngerasain. Orang jaman sekarang taunya mah jaman plesdis xD

Karena teknologi terus berkembang sama kayak perut ini, terus berkembang T.T Yang sekarang baru ngetren yaitu sistem cloud. Mau tukeran data, tinggal jawab "donlot aja di sini". Tren sekarang kalau ada yg mau ngopi file, "entar aku upload kok". Tinggal upload dan udah bisa diakses siapa aja. Canggih kan?

Nah sekarang kita bahas sisi menariknya dari perkembangan teknologi ini. Pertanyaan sederhana "Lebih cepat download atau copy file langsung?" Ada yang mau jawab, sebelum lanjut ke paragraf selanjutnya...

Sebelum kita simpulkan mana yang lebih cepat, sekarang kita akan ambil contoh

Cerita kali ini tentang saya dan sahabat saya yang sama-sama penggemar film anime kartun.

S: Onepiece yang terbaru udah rilis
T: Iya, ini aku udah donlot
S: Link donlotnya minta dong...
T: Oke bentar, eh apa besok ngopi aja biar gak ribet
S: Oke sip, iya ngopi besok aja lebih gampang

Gak perlu repot donlot file gede-gede. Donlot bisa dua jam. Ngopi file cuma semenit doang. Seperti terhipnotis akhirnya saya rela menunggu besok untuk mengopy file onepiece tersebut. Dan saya baru sadar kebodohan saya sekarang. Waktu yang saya habiskan untuk mengopy file sebenarnya adalah satu hari plus semenit, bukan semenit.

Mengopy file manual ternyata amatlah lambat bukan? Bisa dibayangkan sebenarnya waktu yang saya butuhkan cuma dua jam bukan satu hari plus satu menit. Mengopy file manual memang kuno dan sekali lagi lambat.

Kita ganti cerita lainnya....

Kebetulan saya jadi pemateri workshop dan setelah selesai acara, para peserta meminta softfile. Dengan jumlah peserta yang banyak kalau ngopi satu persatu maka butuh waktu lama. Agar lebih cepat, akhirnya keluarlah kalimat sakti itu, "softfile nanti saya upload di blog saya". Masalah filesharing pun terselesaikan.

Namun rupanya masalah bukannya selesai tapi malah bertambah panjang. Sampai di rumah koneksi modem mati. Parahnya ketika koneksi sudah normal, saya lupa upload materi presentasi kemaren. Karena lupa mengupload file, akhirnya reputasi saya sedikit luntur karena dianggap tidak menepati janji xD

Hee, eh malah curcol. Korban sebnernya bukan saya sebagai pemateri, tapi peserta acara. Hal yang seharusnya bisa selesai saat acara akhirnya malah berangsur-angsur tidak selesai.

Saya yakin juga dari para peserta ada yg menglami hal ini. Cek blog pembicara belum ada softfile. Akhirnya besoknya ketika sudah di upload lupa donlot materi. File sharing melalu cloud gagal total. Cloud itu amatlah lambat sekali bukan? Daripada donlot cepetan ngopi file langsung...

Dua cerita tadi cukuplah memberikan gambaran yang kontras mengenai download dan copy file manual. Mana yang lebih cepat? Jawabannya tergantung...

"Tergantung...." ini merupakan jawaban khas anak TI. Bahasa pemograman yg paling bagus yg mana? "tergantung...". Laptop B dan Laptop A bagusan mana? "tergantung..."

Jawaban dari semua pertanyaan di dunia IT itu adalah tergantung ya? Heee bisa jadi begitu, tapi bukan sembarang tergantung. Karena tergantung itu punya alasan kuat di baliknya.

Balik lagi ke pertanyaan awal "donlot sama copy file cepeten mana?" Jawaban yang paling diplomatis adalah tergatung, sesuaikan dengan kebetuhan. Dua cerita diatas sudah cukup untuk menjawab pertanyaan ini. Tiap teknologi punya plus minusnya masing-masing. Karena tidak ada yang buruk, yang ada adalah kita salah cara penggunaan dan pemanfaatan.

Teknologi akan terus berkembang dan kita juga harus mengikutinya. Jangan fokus pada yang ada kemaren dan sekarang. Namun jangan terlalu fokus pada ilusi masadepan melupakan yang ada saat ini. Bijaklah dalam berteknologi, manfaatkan semuanya dengan maksimal dan pada porsinya masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Punya Iman Kok Lemah? Ya Saya Memang Lemah

Belakangan ini muncul istilah "punya iman kok lemah", entah darimana asalanya dan siapa yang memulai. Harus disadari antitesis dari pernyataan ini adalah "Imanku kuat kok". Pernyataan pertama dan pernyataan kedua punya arti yang amat bertentangan. Permasalahannya adalah haruskah saya mengungkapkan kata "Iman saya kuat kok"? Salah satu perilaku yang tak disukai oleh Allah adalah perilaku sombong. Ada banyak contoh perilaku sombong salah satunya adalah memamerkan apa yang dimilikinya. Jika kita mengatakan "Iman saya kuat" ini sudah mengindikasikan bahwa muncul sombong dalam diri kita. Kita menyombongkan kadar keimanan dalam diri kita. Terlebih lagi bahwa keimanan kita sebenernya tidak dapat kita hitung. Jadi kita menyombongkan sesuatu yang tidak kita miliki. Lalu kita harus menjawab apa terhadap pertanyaan "Punya Iman Kok Lemah"? Jawaban yang tepat adalah "Ya memang iman saya lemah". Tak ada yang memiliki keimanan ya...

Setelah Turun Hujan

Setelah Turun Hujan merupakan sebuah project hasil sisi lain dalam diri saya. Selama ini saya selalu berada dibalik layar untuk urusan musik, menjadi penulis lagu dan manager untuk band Oneday Jogja . Bisa dibilang ini adalah project iseng saya. Mengambil jalur hiphop yang khas dengan syair tema sehari-hari, lagu setelah turun hujan bercerita tentang bahwa akan ada momen indah setelah kesedihan, seperti sebuah pelangi yang akan tampak setelah turun hujan. Download : Dropbox | Soundcloud bukan sebuah tangisan, setelah turun hujan akan ada pelangi, yang cerahkan hari mendungpun berganti, datanglah mentari hadirkan ceria, tuk laanjutkan hari hari-harimu kini lewatilah lagi sebuah babak baru, dalam hidupmu mari mulai lagi, senyum ceria ini mari mulai lagi, senyum ceria ini langkah kaki lewati hari tetap tersenyum dan jangan menyerah tetap bahagia dan terus percaya mendukungkungmu dari belakang, terus berdoa percayalah saja lewati semua aral merintang, itu pasti ada ...

Berjuang Mulai Dari Newbie (Review Kdrama Misaeng)

Seperti bayi yang baru lahir dirinya tidak bisa langsung berdiri. Butuh waktu dan proses yang tidak sebenetar sampai seorang bayi bisa jalan. Seseorang yang ahli dulunya juga bukan siapa-siapa. Mengikuti arus, melawan terjal yang menghalangi dan pada akhirnya terus menjalani rutinitas. Ada satu genre yang saya suka dari sebuah Kdrama yaitu sebuah genre yang bercerita tentang "real life". Memang kdrama kebanyakan hanyalah sebuah fiksi, namun sebuah cerita yang diambil dari refleksi kehidupan nyata akan menjadi sebuah kisah menarik. Misaeng, kali ini drama ini begitu menarik minat saya untuk terus menonton hingga akhir. Jika biasanya saya akan membuat review setelah menonton hingga habis, tidak dengan drama ini. Kisah ini begitu menarik sehingga layak untuk didahulukan menjadi sebuah review. Bercerita tentang pemuda yang berkerja sebagi karyawan Traine. Setelah sebagian hidupnya dihabiskan untuk mengejar impian menjadi pemain baduk (Go) profesional akhirnya harus bisa r...