Langsung ke konten utama

Setelah Tersesat



Suatu ketika saya mengunjungi daerah yang belum pernah saya lewati. Roda ini terus melaju dengan amunisi sebuah sms dari teman saya yang berisi alamat rumahnya. Memang saya sudah mengenalnya lama, namun belum pernah mengunjungi rumahnya. Agar semakin dekat maka saya niatkan untuk bersilaturahmi ke sana.

Naas memang nasib saya saat itu. Entah karena rumahnya yang terpencil atau karena saya yang memang buta arah mengakibatkan diri ini tersesat. Berkali-kali bertanya pada warga sekitar, namun bukannya semakin dekat namun rasanya semakin jauh saja. Mencoba menyalakan google map di handphone dan hasilnyapun nihil. Mencoba sms teman saya dan belum ada jawaban. Menekan tombol dial berakhir pada bunyi "maaf nomer yang anda hubungi sedang di luar service area", sepertinya hpnya mati.

Setelah lama tersesat akhirnya semuanya bisa beres ketika teman saya tiba-tiba menelpon. Beberapa menit berkomunikasi akhirnya saya berhasil menemukan jalan yang benar, sebuah kelegaan setelah lama tersesat.

Ketika dirujuk ulang ternyata saya tersesat saat bertanya pada orang yang salah. Sudah yakin ke kanan namun untuk memastikan maka saya mencoba bertanya. Di tangan orang yang salah ternyata berujung pada alamat yang salah juga. Betapa saya hanya "manut" saja ketika mendengar kata "belok kiri mas nanti lurus aja terus ikuti jalan utama setelah itu ke sana trus ke sana lagi". Lamat-lamat dari dalam mobil sesaat setelah saya bertanya, di kerumunan orang itu memang terdengar suara tawa. Barulah sekarang saya faham, oh bisa jadi tadi memang sengaja dibuat tersesat.

Dari pengalaman saya di atas, ada sebuah pesan berharga yang bisa saya ambil dalam kaitannya kita sebagai muslim. Banyak orang islam yang sudah lama menganut islam namun belum kenal dekat dengannya karena masih jarang mempelajari Al-Qur'an.

Sebagai panduan hidup umat muslim, Al-qur'an mengajarkan kita banyak hal. Namun seperti yang kita tahu, tidak semuanya disampaikan secara tersurat, ada banyak hal yang tertulis tersirat. Untuk mengetahui makna di dalamnya Al-qur'an, seringkali butuh proses mentafsirkan.

Sudah bagus jika muncul keinginan dari dalam diri kita untuk mempelajari kandungan Al-qur'an. Mencoba semakin mendekat dengan islam melalui Al-qur'an. Namun yang perlu diwaspadai adalah jangan sampai kita memilih referensi yang salah. Ada banyak orang yang sengaja membuat referensi sesat. Bisa jadi niat ingin mendekat malah nantinya jadi semakin jauh dengan islam.

Pengalaman saya cukup membuktikan bahwa dalam urusan dunia saja ada banyak orang iseng yang membuat kita tersesat, apalagi ini urusan yang erat kaitannya dengan akhirat. Ada banyak orientalis yang memberikan tafsiran ngawur tentang Al-qur'an. Terlihat realistis dengan bumbu kata-kata manis, namun sesat dalam doktrinnya. Oleh sebab itu penting bagi kita untuk pintar dalam memilih referensi. Cukuplah kita tersesat untuk masalah dunia saja, jangan sampai tersesat untuk masalah akhirat. Semoga kita selalu mendapatkan jalan yang lurus....

*) tulisan ini dibuat untuk menyelesaikan challange dari komunitas islamic otaku indonesia sub group writing link 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Punya Iman Kok Lemah? Ya Saya Memang Lemah

Belakangan ini muncul istilah "punya iman kok lemah", entah darimana asalanya dan siapa yang memulai. Harus disadari antitesis dari pernyataan ini adalah "Imanku kuat kok". Pernyataan pertama dan pernyataan kedua punya arti yang amat bertentangan. Permasalahannya adalah haruskah saya mengungkapkan kata "Iman saya kuat kok"? Salah satu perilaku yang tak disukai oleh Allah adalah perilaku sombong. Ada banyak contoh perilaku sombong salah satunya adalah memamerkan apa yang dimilikinya. Jika kita mengatakan "Iman saya kuat" ini sudah mengindikasikan bahwa muncul sombong dalam diri kita. Kita menyombongkan kadar keimanan dalam diri kita. Terlebih lagi bahwa keimanan kita sebenernya tidak dapat kita hitung. Jadi kita menyombongkan sesuatu yang tidak kita miliki. Lalu kita harus menjawab apa terhadap pertanyaan "Punya Iman Kok Lemah"? Jawaban yang tepat adalah "Ya memang iman saya lemah". Tak ada yang memiliki keimanan ya...

Setelah Turun Hujan

Setelah Turun Hujan merupakan sebuah project hasil sisi lain dalam diri saya. Selama ini saya selalu berada dibalik layar untuk urusan musik, menjadi penulis lagu dan manager untuk band Oneday Jogja . Bisa dibilang ini adalah project iseng saya. Mengambil jalur hiphop yang khas dengan syair tema sehari-hari, lagu setelah turun hujan bercerita tentang bahwa akan ada momen indah setelah kesedihan, seperti sebuah pelangi yang akan tampak setelah turun hujan. Download : Dropbox | Soundcloud bukan sebuah tangisan, setelah turun hujan akan ada pelangi, yang cerahkan hari mendungpun berganti, datanglah mentari hadirkan ceria, tuk laanjutkan hari hari-harimu kini lewatilah lagi sebuah babak baru, dalam hidupmu mari mulai lagi, senyum ceria ini mari mulai lagi, senyum ceria ini langkah kaki lewati hari tetap tersenyum dan jangan menyerah tetap bahagia dan terus percaya mendukungkungmu dari belakang, terus berdoa percayalah saja lewati semua aral merintang, itu pasti ada ...

Berjuang Mulai Dari Newbie (Review Kdrama Misaeng)

Seperti bayi yang baru lahir dirinya tidak bisa langsung berdiri. Butuh waktu dan proses yang tidak sebenetar sampai seorang bayi bisa jalan. Seseorang yang ahli dulunya juga bukan siapa-siapa. Mengikuti arus, melawan terjal yang menghalangi dan pada akhirnya terus menjalani rutinitas. Ada satu genre yang saya suka dari sebuah Kdrama yaitu sebuah genre yang bercerita tentang "real life". Memang kdrama kebanyakan hanyalah sebuah fiksi, namun sebuah cerita yang diambil dari refleksi kehidupan nyata akan menjadi sebuah kisah menarik. Misaeng, kali ini drama ini begitu menarik minat saya untuk terus menonton hingga akhir. Jika biasanya saya akan membuat review setelah menonton hingga habis, tidak dengan drama ini. Kisah ini begitu menarik sehingga layak untuk didahulukan menjadi sebuah review. Bercerita tentang pemuda yang berkerja sebagi karyawan Traine. Setelah sebagian hidupnya dihabiskan untuk mengejar impian menjadi pemain baduk (Go) profesional akhirnya harus bisa r...