Langsung ke konten utama

Kenapa Harus Cokelat?



Sejujurnya aku pernah ada pada keadaan dimana terus mempertanyakan mengapa harus cokelat? Apa istimewanya? 

Tak habis pikir, daripada mengistimewakan cokelat kenapa tidak memilih yg lain? Yg merah saja misalnya? Kenapa? Aku hanya bisa bergumam sambil terus mengunyah apel merah ini. 

Di lain waktu aku juga tak bisa menyana, kenapa cokelat begitu dicari? Kenapa? Apa nikmatnya? Terus saja aku bertanya sembari kulahap melon hijau di depan mata. 

Akupun masih terus mencari tahu seakan haus akan sebab dan akibat, kenapa cokelat selalu punya pesona di hadapan orang lain? Kenapa? Akupun tetap bertanya sembari meminum susu putih yang telah tersedia. 

Sungguh aku tak tahu mengapa, menginginkannya saja tidak. Kenapa harus cokelat yang kutemui? Tangan ini perlahan mengambil sepotong cokelat dan dengan ragu mulai menatap, tak berapa lama hap....

Emm....


Kini aku ada pada keadaan dimana mempertanyakan kenapa biru banyak disukai orang. Kenapa?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Punya Iman Kok Lemah? Ya Saya Memang Lemah

Belakangan ini muncul istilah "punya iman kok lemah", entah darimana asalanya dan siapa yang memulai. Harus disadari antitesis dari pernyataan ini adalah "Imanku kuat kok". Pernyataan pertama dan pernyataan kedua punya arti yang amat bertentangan. Permasalahannya adalah haruskah saya mengungkapkan kata "Iman saya kuat kok"? Salah satu perilaku yang tak disukai oleh Allah adalah perilaku sombong. Ada banyak contoh perilaku sombong salah satunya adalah memamerkan apa yang dimilikinya. Jika kita mengatakan "Iman saya kuat" ini sudah mengindikasikan bahwa muncul sombong dalam diri kita. Kita menyombongkan kadar keimanan dalam diri kita. Terlebih lagi bahwa keimanan kita sebenernya tidak dapat kita hitung. Jadi kita menyombongkan sesuatu yang tidak kita miliki. Lalu kita harus menjawab apa terhadap pertanyaan "Punya Iman Kok Lemah"? Jawaban yang tepat adalah "Ya memang iman saya lemah". Tak ada yang memiliki keimanan ya...

Setelah Turun Hujan

Setelah Turun Hujan merupakan sebuah project hasil sisi lain dalam diri saya. Selama ini saya selalu berada dibalik layar untuk urusan musik, menjadi penulis lagu dan manager untuk band Oneday Jogja . Bisa dibilang ini adalah project iseng saya. Mengambil jalur hiphop yang khas dengan syair tema sehari-hari, lagu setelah turun hujan bercerita tentang bahwa akan ada momen indah setelah kesedihan, seperti sebuah pelangi yang akan tampak setelah turun hujan. Download : Dropbox | Soundcloud bukan sebuah tangisan, setelah turun hujan akan ada pelangi, yang cerahkan hari mendungpun berganti, datanglah mentari hadirkan ceria, tuk laanjutkan hari hari-harimu kini lewatilah lagi sebuah babak baru, dalam hidupmu mari mulai lagi, senyum ceria ini mari mulai lagi, senyum ceria ini langkah kaki lewati hari tetap tersenyum dan jangan menyerah tetap bahagia dan terus percaya mendukungkungmu dari belakang, terus berdoa percayalah saja lewati semua aral merintang, itu pasti ada ...

Berjuang Mulai Dari Newbie (Review Kdrama Misaeng)

Seperti bayi yang baru lahir dirinya tidak bisa langsung berdiri. Butuh waktu dan proses yang tidak sebenetar sampai seorang bayi bisa jalan. Seseorang yang ahli dulunya juga bukan siapa-siapa. Mengikuti arus, melawan terjal yang menghalangi dan pada akhirnya terus menjalani rutinitas. Ada satu genre yang saya suka dari sebuah Kdrama yaitu sebuah genre yang bercerita tentang "real life". Memang kdrama kebanyakan hanyalah sebuah fiksi, namun sebuah cerita yang diambil dari refleksi kehidupan nyata akan menjadi sebuah kisah menarik. Misaeng, kali ini drama ini begitu menarik minat saya untuk terus menonton hingga akhir. Jika biasanya saya akan membuat review setelah menonton hingga habis, tidak dengan drama ini. Kisah ini begitu menarik sehingga layak untuk didahulukan menjadi sebuah review. Bercerita tentang pemuda yang berkerja sebagi karyawan Traine. Setelah sebagian hidupnya dihabiskan untuk mengejar impian menjadi pemain baduk (Go) profesional akhirnya harus bisa r...